Monday, 7 March 2016

Pengaturan Equalizer Saat Mixing Recording

     Cara definisinya, mengatur equalizer ialah proses menaikkan atau menurunkan gain dari suatu frequency  tidak dengan mempengaruhi frekwensi yang lain. utk bisa mengerti trik mengatur equalizer pada ketika mixing ataupun mastering, pada awal mulanya kita butuh mendalami pengaruh atau dampak dari sekian banyak range frequency bagi suatu instrument maupun lagu dengan cara total. beberapa range frequency tersebut bakal dijadikan juga sebagai acuan pengaturan equalizer diwaktu proses mixing ataupun mastering, disini kita akan memjelaskan bagaimana cara  Pengaturan Equalizer Saat Mixing Recording.

  • Range frequency Antara 40 Hz – 80 Hz : range frequency sub bass maupun low bass :
       Range frekuensi paling rendah yang  ada dalam satu buah lagu ialah range frekuensi 40 sampai 80 hz dgn pengaturan equalizer yang dipusatkan disekitar 50 hz . Range frekuensi ini disebut  sub bass / low bass. Benar-benar banyak sekali nada yang mempunyai frekuensi kira kira 20 sampai 40 hz, tetapi nada tersebut rata-rata bukanlah nada dari media musik (terkecuali untuk sekian banyak tipe pipe organ). Kick-drum, juga bass guitar pula tak mempunyai frekuensi di range tersebut (suara paling terendah dari kawat bass guitar mempunyai frekuensi 41 hz). Dengan begitu banyak kasus, range frekuensi 20 sampai 40 hz dipangkas habis memanfaatkan HPF high pass filter ataupun low cuts filter. Range frequency sub bass dan low bass biasanya diatur dengan equalizer buat memberikan “power” didalam sebuah  instrument maupun jumlah total lagu. Range frekuensi tersebut tak ingin terdengar terang kala kamu memutar lagu dengan volume yang pelan maupun mendengarkan lagu memakai speaker mungil. Dengan begitu, supaya kamu dapat mengatur frekuensi sub bass  dan low bass bersama benar, sehingga kamu mesti mengatur equalizer sambil mendengarkannya terhadap level volume yang keras, dan seterusnya coba pada level volume yg dipelankan. Sebaiknya kamu pun mendengarkannya pada speaker stereo system yang besar ataupun kecil untuk perbandingan..


  • 80 Hz Sampai 250 Hz : ( bass range frequency ) :
      Mengatur EQ pada frekuensi bass yang berkisar antara 80 sampai 250 hz dengan pengaturan equalizer yang kebanyakan dipusatkan kepada frequency kurang lebih 100 hz atau 200 hz, itu akan  mempengaruhi “ketebalan” dari satu buah instrument maupun satu buah lagu .Terhadap track guitar & bass guitar, dinaikkannya gain nya disekitar frekuensi 100 hz rata-rata bakal menambah nada terdengar lebih “bulat”. Tetapi kita harus berhati-hati dikarenakan jikalau kamu memberikannya dengan cara berlebihan dapat menciptakan nada guitar maupun bass guitar akan  terdengar berdentum..Sekian banyak kasus, gain disekitar frequency 100 hz pada track gitar bahkan diturunkan buat menciptakan nada guitar tersebut terpisah dari nada bass guitar, & mengurangi nada dentuman dari chanel track tersebut. Tetapi konsekuensinya merupakan not - not yang dimainkan terhadap range frekuensi tersebut akan terdengar samar. Pada umumnya, untuk menciptakan not – not tersebut kembali terdengar terang, kamu butuh menambah sedikit gain pada frequency di sekitar 200 hz.
 Terhadap track vocal, frekuensi di kira kira 200 hz tentukan keutuhan dari nada vocal yang direkam. Frekwensi inilah yang sering di cut supaya terpisah dari instrumen lain . Kecuali andaikata kita sudah mengatur equalizer & menaikkan gain di frequency high pada chanel ( track ) vocal & suara akan terdengar tipis, Dengan menaikkan  gain di sekitar frekuensi 200 hz umumnya dapat mengembalikan ketebalan nada vocal tersebut..

  • 250 Hz Sampai 500 Hz : ( lower mid range frequency ) :
       Mengatur EQ pada frequency 250 – 500 hz bakal memberikan aksen pada ambience di studio rekaman kita  pula meneruskan kejernihan kepada nada bass & jenis instrument string yang bernada rendah seperti cello, maupun suara rendah dari piano & organ. Penambahan gain yang berlebihan pada range frekwensi ini bakal menciptakan kick drum & tom akan terdengar pecah, maka buat track – track tersebut pula track cymbal frequency low mid rata rata dipangkas habis. Pada rata rata, pengaturan equalizer pada lower mid range dapat dilakukan di frequency apa saja di kurang lebih 250 – 500 hz tetapi paling sering dipusatkan di sekitar frekuensi 300 sampai 400 hz. Bidang terendah dari range frequency low mid ( 250 hz sampai 350 hz ) dinamakan pula dengan range freqwecy upper bass yang biasa dinaikkan pada track (chanel ) vocal terutama suara perempuan buat menciptakan suaranya terdengar lebih tebal.

  • 500 Hz Sampai 2 KHz : ( mid range frequency ) :
       Mengatur EQ di midle range tidak jarang dilakukan untuk menciptakan nada instrument terompet maupun yang berkarakter nyaris sama terdengar terang (umumnya lebih kurang 500 hz hingga 1 khz), atau buat menciptakan dampak nada telepon. Penambahan gain di mid range bisa pula menambahkan attack dari  chanel track bass guitar (kebanyakan di 800 hz & 1,5 khz). Sama halnya bersama suara - suara rendah dari chanel track rhythm gitar yang juga akan terdengar lebih mempunyai attack seandainya gain di frequency 1,5 khz dinaikkan. Buat instrument guitar, piano & vocal, gain dari midle range frekuensi ini sering di turunkan. Menurunkan gain di frequency 500 – 800 hz utk track gitar akustik akan terdengar jauh lebih jernih, sementara kalau kita menurunkan gain ke frequency 800 hz pada track vocal bakal menurunkan nada sengau pun membuatnya terdengar lebih “bulat” & terang. Untuk track snare drum, dengan cara menurunkan di  frequency 800 hz mampu menghilangkan kesan nada kaleng..

  • 2 KHz Sampai 4 KHz : ( upper mid range frequency ) :
       Range frekwensi ini memastikan resiko attack dari rhythm instrument serta percussive instrument. Pengaturan equalizer sanggup diaplikasikan di frequency mana saja pada range ini, tetapi rata rata dipusatkan kurang lebih frekwensi 3 KHz. Menaikkan gain di frequency 2,5 KHz Pada kick drum akan memberikan attack pukulan bersama karakter felt beater, sementara 4 KHz akan memberikan karakter hardwood. Frequency ini bakal pun memberikan attack lebih terang terhadap tom & snare. Track guitar pula sangat sering diberikan sedikit attack & pemisahan nada pada pengaturan equalizer di range ini,  Sementara buat track vocal, sedikit boosting ( kurang lebih 1 DB – 3 DB) di mid range bakal menciptakan vocal tersebut terdengar akan lebih menonjol. Tetapi meneruskan gain terlampaui berlebihan akan menciptakan syllables dari vocal susah buat di reduksi & membuatnya tak enak didengar. Terhadap track background vocal, biasanya mid range frequency di turunkan biar terdengar lebih transparan.

  • 4 KHz Sampai 6 KHz : ( presence range frequency ) :
       Mengatur EQ pada frequency  range ini akan menciptakan track vocal maupun instrument melodi yang lain terdengar lebih dekat & lebih terang. Tapi apabila berlebihan akan menciptakan suaranya akan terdengar kasar. Pengaturan EQ di range ini rata-rata difokuskan di sekitar frequency 5 KHz.

  • 6 KHz Sampai 20 KHz :  ( treble range frequency ) :
       Pada intinya, range treble frekwensi ini memastikan kejernihan dari sebuah instrument. Pada  Pengaturan EQ di range ini kebanyakan dipusatkan disekitar frequency 7 KHz, 10 KHz & 15 KHz. Nada “S” pada vocal rata rata mempunyai frequency kira kira 7 KHz, menciptakan frequency tersebut kebanyakan diturunkan. Tapi kamu mesti hati-hati kepada diwaktu menurunkannya sebab akan menciptakan vocal akan terdengar tumpul. Breath sound dari track vocal kebanyakan terdengar di frequency 15 KHz keatas. Kepada garis besar nya mengatur equalizer buat track vocal merupakan menghilangkan aksen “S” yang terlampaui kasar & memberikan breath sound yg bermutu. Frequency 7 KHz serta yakni metallic attack dari frequency drum, sementara 15 KHz adalah desisan bagi track cymbals. Dikala mengatur equalizer dengan cara total, frequency 10 KHz difungsikan sebagai penambah level kejernihan dengan cara umum.

       Demikian informasi cara Pengaturan Equalizer Saat Mixing Recording semoga  bisa membantu
Disqus Comments