Home » » 5 Tahapan Proses Mixing Recording

5 Tahapan Proses Mixing Recording

Posted by Cakrawala Musik Enterprise on Minggu, 06 Maret 2016

         Mixing adalah suatu proses pengaturan supaya semua track audio terdengar balance diantara satu dengan yang lainnya . Proses ini yaitu suatu proses kreatif yang sebenarnya amat subjektif, juga bergantung terhadap genre musik yang sedang dikerjakan. Dengan begitu pedoman trik mixing lagu ini tak dimaksudkan untuk jadi aturan baku yang menciptakan kamu bisa dengan cara instant mempunyai kapabilitas mixing lagu dengan cara sempurna ( sebab mixing sempurna tergantung dari taste, art, telinga yang baik ), tetapi paling tak akan dijadikan juga sebagai suatu anjuran umum buat mengetahui darimana mengawali, juga memastikan arah dari proses tersebut. Langkah  yang dapat kita bahas di bawah yakni trik mixing lagu yang biasa aku jalankan di studio (& rasanya sebahagian besar studio engineer memakai langkah yang sama) cuma dengan cara garis besar nya . Langkah-langkah detil trick mixing drum, trik mixing bass guitar, trick mixing vocal & lain-lain sanggup kamu dapatkan pada artikel aku yang lain di blog ini. Ok langsung saja saya akan memberikan sedikit informasi tentang 5 Tahapan Proses Mixing Recording.

  • Berikut yaitu trik yg biasa aku pakai buat mixing drum :
       Mula-mula mute seluruh track yang ada, setelah itu aktifkan seluruhnya  track drumkit (cymbals, hi-hat, tom dan seterusnya). Geser slider pan kepada ke-2 track overhead cymbal ke kiri & ke kanan tepat urutannya. Biarkan slider pan terhadap snare & kick terus ditengah. Setelah Itu geser pan dari element drum yang lain sesuai dgn posisi standarnya, contohnya nada hi-hat disebelah nada snare, tom 1 disebelah tom 2, danseterusnya. Compress seluruh track drum tersebut, terkecuali chanel track cymbals. Selanjutnya atur equalizer seluruhnya chanel track drum tadi satu demi satu. Aspek yang butuh diingat diwaktu mengatur EQ drum, bahwasanya jenis instrument lain seperti vocal, guitar, piano, keyboard dan lai-lain nantinya mesti mempunyai frekuensi tersendiri. Dengan begitu dapat jauh tambah baik bila frekuensi dari tiap-tiap perihal drum yang nantinya dapat difungsikan oleh instrument lain dipotong lebih-lebih dulu. Sesudah proses Compress & EQ selesai, atur level volume seluruhnya track drum maka terdengar balance. Effect reverb rata rata diberikan cuma apabila memang lah dibutuhkan. Sebisa bisa jadi drum tak diberikan effect apapun biar pukulannya tedengar terang. Kalaupun terpaksa memberikan effect dikarenakan butuh memberikan kesan live rata-rata reverb cuma diberikan kepada snarenya saja.

  • Proses  mixing pada bass guitar :
       Langkah selanjutnya merupakan mixing bass guitar kedalam sebuah lagu. Kiat mixing bass guitar didalam suatu lagu yakni sbb:
       Hidupkan track bass & biarkan pan terus di tengah. Compressing kepada track bass ini sebenarnya tak terlampaui butuh (kecuali bila suaranya memang lah terdengar naik turun). Seandainya terpaksa mengcompressi track ini, sehingga konfigurasi compressor mesti diatur dengan cara hati-hati biar nada dentuman dari petikkan kawat bass tak terdengar lemah. Sesudah selesai dikompresi, berikutnya ialah mengatur EQ buat bass tersebut. Mengatur EQ terhadap bass kebanyakan dapat sedikit lebih susah karena range frekuensi yang dihuni bass guitar nyaris sama dengan range frekuensi yang dihuni oleh kick drum. Terhadap keadaan ini umumnya aku bereksperimen di sekitar frekuensi low – mid buat menciptakan ke-2 instrument tersebut masih terdengar terpisah satu sama lainnya. Yang Terakhir, mengatur level  bass tersebut sampai sama keras bersama level volume drum. Terhadap step ini rata-rata nada bass bakal terdengar terlampaui keras, tetapi kamu tak butuh kuatir lantaran diwaktu seluruh instrument selesai di mix, sehingga hal itu tidak mau terlampaui mencolok.

  • Mixing vocal :
       Disaat mixing vocal, compressor bisa saja dimanfaatkan buat mengatasi fluktuasi nada yang berjalan terhadap waktu proses perekaman. Atur EQ maka nada vocal berada di sekitar range frekuensi 2500 Hz. Frekuensi di bawah 80 Hz umumnya harus dipotong untuk membuang  noise. Chanel Track vocal mungkin saja bakal terdengar lebih baik seandainya ditambahkan sedikit reverb atau delay, tetapi reverb/delay tersebut mesti diatur biar tak terlampaui panjang maupun terlampaui berlebihan Beberap musisi kebanyakan memanfaatkan effect plate reverb ataupun slapback delay kepada track vocal, tetapi aspek tersebut bukan satu buah acuan sebab bakal amat sangat bergantung terhadap selera kamu juga keperluan lagu..

  • Mixing pada guitar
       Ketika mixing guitar dan track rhythm guitar biasanya diduplikasi jadi dua track yang selanjutnya di-pan ke kiri & kanan biar terdengar akan lebih tebal, sementara itu  lead gitar di duplikasi jadi dua track yang diposisikan sedikit ke kiri & sedikit ke kanan. Nada gitar mempunyai peak natural kepada frekuensi kira kira 4 KHz, hal itu bakal dijadikan acuan terhadap waktu memakai EQ. Compressor yg diperlukan dengan cara berlebihan kepada track guitar bakal menciptakan noise.. Terakhir, atur level volume guitar maka tak bertabrakan bersama nada vocal.

  •  Mixing instrument pada keyboard, piano & instrument yang lainnya.
       Langkah kelima merupakan mixing keyboard, piano, pun instrument-instrument yang lain. Kepada kala mixing dilakukan kepada sisa track instrumen tersebut, nyalakan satu demi satu & bereksperimenlah bersama posisi panning. Satu factor yang mesti dipehatikan yaitu : setiap satu instrument ditambahkan kedalam lagu, sehingga natural peak dari berbagai jenis instrument tersebut bakal bercampur dgn track lain. Buat mengatasi situasi ini , yang rata-rata dilakukan merupakan cobalah menambah ataupun mengurangi level volume chanel track, dan mengatur ulang equalizer maupun effect lain tepat kepentingan, tapi bersama terus menjaga eksistensi nada drums, bass & vocal.

Thanks for reading & sharing Cakrawala Musik Enterprise

Bagikan ke orang lain!!
Previous
« Prev Post

0 Comments:

Posting Komentar

Popular Posts